Mekanisme Penolakan Perantaraan Limfosit

Suatu yang sangat menguntungkan pada penolakan pencangkokan kulit dan tumor adalah karena secara kebetulan lebih mudah diikuti. Dalam hal ini sedikit keadaan yang menyokong adalah bahwa. antibodi humoral merupakan alat untuk menghancurkan cangkokan meskipun sebagaimana kita lihat kemudian bahwa hal ini tidaklah sedemikian perlu pada pencangkokan organ lain seperti ginjal, sedangkan pemindahan serum secara pasif dari seekor binatang yang telah menolak cangkokan kepada binatang resipien, Penyuntikan sel-sel limfoid (biasanya limfosit-limfosit kecil yang beredar) adalah berguna bagi pemendekan masa hidup cangkokan (bandingkan dengan Gambar 8.2). Pada pemeriksaan biakan jaringan terlihat bahwa sel limfoid yang diambil dari binatang-binatang yang peka oleh suatu cangkokan yang telah berhasil ditolak dapat mematikan sel-sel target yang mempunyai antigen-antigen transplantasi yang sama,dengan cangkokan tersebut.

453Limfosit-limfosit yang telah peka mengenal sel-sel target melalui reseptor-reseptor peqmukaan spesifik dan penggabungan dengan antigen ini menyebabkan perubahan selaput permukaaii yang merupakan akibat dari daya sitotoksik limfosit-limfosit itu. Peran utama sel-sel limfosid pada reaksi penolakan babak pertama harus sesuai dengan histologi dari permulaan reaksi yang memperlihatkan infiltrasi sel-sel mononuklear sedang sel-sel polimorf dan sel plasma sedikit sekali (Gambar 8.8. ). pengaruh yang jelas pada timektomi neonaral dalam perpanjangan pencangkokan kulit, sebagai yang dimaksudkan sebelumnya dan panjangnya umur cangkokan pada anak-anak dengan defisiensi yang menyangkut limfosit-limfosit-T pada reaksi ini.

Pada ayam, reaksi penolakan homograf dan reaktivitas clt dipengaruhi oleh timektomi neonatal, tetapi tidak oleh bursektomi. Bukti lebih langsung ditemukan dari percobaan in aitro yang memperlihatkan bahwa-limfosit-limfosit tikus yang peka bertanggung jawab pada pembunuhan sel-sel target tertentu pada biakan jaringan yang mengandung tanda 0 pida permukaannya (lihat hal. 6S) dan oleh karena itu adalah limfosit-limfosit-T. Sel-sel limfoid yang peka terhadap suatu cangkokan dapat melepaskan faktor-faktor penghambat migrasi (lihat hal.199) bila dipertemukan dengan antigen-antigen histokompatibilitas yang sesuai dan ini memungkinkan tes ini akan menjadi peiunjuk dini akan adanya. sensitisasi pada seseorang yang telah memperoleh pencangkokan. Pada binatang pengerar muda terhadap hambatan pertumbuhan, pembesaran limpa dan anemia hemolitik (karena pembentukan antibodi terhadap sel darah merah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *