Tips Terbaik Menyeleksi dan Memutar Telur Pada Mesin Tetas

Pemilihan-Telur-Pentas-Telur

Tips Terbaik Menyeleksi dan Memutar Telur Pada Mesin Tetas – Telur yang akan ditetaskan haruslah diseleksi dengan baik. Telur yang sudah dibuahi, bermutu baik, segar, dan berukuran seragam saja yang ditetaskan.

Dibandingkan dengan telur segar (baru keluar dari ayam betina), telur yang berusia seminggu memiliki risiko tidak menetas lebih besar jika dimasukkan ke dalam mesin tetas. Telur yang sudah berusia 15 hari sebaiknya tidak usah dipakai karena hampir dipastikan tidak akan menetas.

Singkirkan juga telur yang terlalu kecil, terlalu bundar, dan pecah atau keropos kulit telurnya. Hanya telur yang mulus kulitnya dan besarnya seragam yang digunakan. Seleksi telur sebagai tahap awal merupakan langkah penting untuk meningkatkan prosentase keberhasilan penetasan. Seleksi yang baik akan meningkatkan prosentase keberhasilan. Untuk mendapatkan terlu yang benar-benar bagus untuk ditetaskan, terlebih dahulu Anda harus mengenali struktur telur ayam yang bagus untuk ditataskan agar usaha Anda dalam menetaskan telur tidak sia-sia.

Pada ruang inkubator, telur perlu diputar sekurangnya tiga kali per hari dimulai sejak hari ke-1 peletakan telur sampai hari ke-18. Jika telur ayam tidak pernah diputar sejak diletakkan dalam ruang inkubator, embrio yang ada di dalamnya akan mati pada hari ke-11.

Putaran telur diperlukan agar setiap bagian telur dapat menerima panas secara merata. Di alam sebenarnya, induk ayam secara berkala memutar-mutar telur yang dieraminya. Pemutaran ini dilakukan oleh induk ayam sekurang-kurangnya tiga kail sehari. Karena. itulah, telur yang berada di dalam mesin tetas juga perlu diputar-putar. Bagaimanapun, kondisi pada mesin penetasan harus diupayakan semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya.

Dengan menggunakan pinsil, buatlah tanda X pada salah satu sisi kulit telur, lalu buatlah tanda O pada sisi lainnya. Tanda ini memudahkan pengguna untuk memutar telur. Tanda sebaiknya dibuat seragam untuk satu barisan telur yang terdapat pada rak telur. Jika satu telur tanda X-nya ada di sebelah kanan, seluruh telur lainnya harus sama. Jika satu telur tanda X-nya ada di sebelah atas, seluruh telur lainnya harus sama.

pemutaran telur

Pemutaran telur pada rak yang memakai dudukan telur

Kelembapan
Kelembapan yang terjadi di dalam ruang inkubator jelas berbeda dengan kelembapan yang terjadi di sarang penetasan yang sebenarnya. Di ruang inkubator yang serba tertutup, uap air dari luar akan sulit masuk dan membuat kadar kelembapan ruang menjadi sangat rendah. Kelembapan sangat diperlukan untuk membantu penyediaan udara ke dalam telur agar embrio dapat bernapas. Kadar kelembapan yang terlalu rendah dapat dideteksi dari kantung udara yang ada di dalam telur. Jika telur diteropong dan terlihat bahwa kantung udaranya membesar, ini menandakan kelembapannya kurang.

Untuk membantu meningkatkan kadar kelembapan di dalam ruang inkubator, biasanya dipakai air. Air yang diisi pada panci cetakan kue, dan diletakkan tepat di bawah rak telur akan sangat membantu dalam meningkatkan kadar kelembapan. Isilah tempat air ini setiap kali jumlah volume airnya terlihat berkurang. Ceklah sekurangnya dua kali per minggu untuk menjamin tetap tersedianya air.

Dalam mengelola mesin penetas telur yang benar, Kadar kelembapan pada mesin perlu ditingkatkan lebih tinggi daripada biasanya menjelang menetasnya telur. Tingginya kelembapan ini berfungsi untuk mencegah embrio yang sudah berubah menjadi anak ayam (tetapi masih di dalam telur) mati kekeringan. Pada saat-saat seperti ini jumlah volume air harus lebih ditingkatkan daripada biasanya.

Menjelang Penetasan
Jangan memutar posisi telur pada tiga hari menjelang masa penetasan (hari ke-18). Pada hari ke-17 tukar rak telur otomatis dengan rak telur manual jika sebelumnya menggunakan rak telur otomatis yang memutar secara berkala. Pada masa kritis ini geseran atau putaran yang sesederhana apa pun akan membuat embrio di dalam telur mati. Letakkan telur pada rak telur manual dengan posisi bagian telur yang lancip oval ada di sebelah bawah. Ini adalah posisi ideal.

Dengan posisi seperti ini, kaki embrio berada di bagian oval dan organ pencernaan embrio sudah mulai bekerja dengan menyerap seluruh kuning telur. Organ pernapasan juga sudah mulai bekerja dengan paruh sudah mulai mengarah ke atas telur (pada bagian yang tumpul) untuk mengisap udara yang ada di dalam kantung udara. Pada hari ke-21, kaki embrio akan menendang ke bawah, kepala embrio keluar dengan memecahkan telur, dan anak ayam baru telah lahir.

Mengatur Sirkulasi Udara

Jika mengambil contoh mesin tetas dari cool box, sirkulasi udara dapat diatur sebagai berikut.

  1. Lubang sirkulasi udara sebelah bawah berfungsi untuk mengendalikan derajat kelembapan udara normal (tidak berlebihan), sedangkan lubang sirkulasi sebelah atas berfungsi untuk mengendalikan tingkat kelembapan udara yang sangat berlebihan.
  2. Jika volume barang yang ada di dalam ruang inkubator sudah mencapai kira-kira 75% dari total ruang, bukalah tutup ventilasi sebelah bawah seminggu menjelang telur menetas (sejak hari ke~14).
  3. Pada hari ke-21, saat telur-telur menetas, bukalah tutup ventilasi sebelah atas.
  4. Jika volume barang yang ada di dalam ruang inkubator sudah mencapai kira-kira 90% dan inkubator sudah berisikan dengan anak-anak ayam, barangkali tutup atau jendela inkubator perlu dibuka (dilonggarkan) sehingga ada celah sekitar 0,125 inci untuk membuat anak ayam tidak terlalu basah. Pembukaan tutup atau jendela inkubator ini tidak boleh lebih lama dari 1 jam.
  5. Jika volume barang yang ada di dalam ruang inkubator hanya 25— 75%, bukalah tutup ventilasi sebelah bawah pada hari menetasnya anak ayam.
  6. Bila ada uap air yang mengembun pada jendela mesin tetas, bukalah tutup ventilasi sebelah bawah untuk menghilangkannya.
  7. Pasang kembali seluruh tutup jika mesin tetas sudah selesai dipergunakan.

Anak ayam dapat segera dipindahkan sehari setelah menetas. Namun, anak-anak ayam yang terlalu basah dapat tetap berada di ruang inkubator bersama telur lainnya yang belum menetas agar segera kering. Periksa tingkat kekeringan anak ayam setiap hari, dan segera pindahkan jika sudah kering. Pastikan anak ayam yang dipindahkan adalah yang sudah benar-benar kering. Jangan sampai anak ayam yang masih basah terkena udara dingin sebab udara dingin dapat ‘membunuh’-nya.

Beberapa telur dapat saja terlambat menetas. Karenanya, mesin tetas dapat dioperasikan sampai dengan hari ke-23 atau ke-24. Jika sudah tidak ada lagi yang menetas, singkirkan sisa telur yang ada.

Mesin penetas wajib dibersihkan dengan memakai desinfektan setelah selesai dipergunakan. Pembersihan perlu dilakukan sekali lagi sebelum mesin tetas dipergunakan kembali untuk periode penetasan berikumya.

Masa Transisi
Masa transisi terjadi pada satu minggu pertama sejak anak ayam menetas. Pada masa ini diperlukan suatu penanganan khusus agar anak-anak ayam dapat hidup terus. Pada masa ini diperlukan suatu kandang anak ayam yang dilengkapi dengan alat pemanas (lampu pijar) yang diletakkan tepat di tengah-tengahnya. Temperatur yang diperlukan pada tempat pemeliharaan anak ayam yang baru menetas adalah sekitar 95°F (35°C). Setiap minggu temperatur ini berangsur-angsur dikurangi hingga mencapai temperatur ruang yang normal sehingga anak-anak ayam dapat hidup sebagai ayam muda atau remaja.

Bila anak-anak ayam ini merubungi lampu, artinya temperatur tempat perawatan anak ayam terlalu dingin. Bila anak-anak ayam menjauhi lampu, artinya temperatur terlalu panas. Temperatur dianggap ideal bila anak ayam tersebar merata di dalam kandang, serta makan dan minum secara biasa seolah-olah tidak ada lampu pengatur panas. Sesuaikan jarak lampu dengan tempat perawatan untuk menentukan temperatur yang ideal yang dibutuhkan oleh anak ayam.

Selain temperatur, anak ayam yang baru menetas juga membutuhkan makanan yang berprotein dan berkalori tinggi untuk mempercepat pertumbuhan badan dan menjaga kesehatannya.

Baca juga artikel kami tentang : Cara Yang Benar Dalam Merancang Mesin Tetas Sederhana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *