Cara Yang Benar Dalam Merancang Mesin Tetas Sederhana

Rancangan Mesin Tetas Sederhana Yang Benar

Pipa dan piston
Pipa yang terdapat pada mesin tetas sederhana merupakan rumah piston. Ini berarti piston berada di dalam pipa. Diperlukan pipa agar piston dapat bekerja efisien dan efektif dalam suatu garis lurus.

Cara pengoperasian termoregulator sebagai berikut.

  1. Pasanglah rangkaian termoregulator tepat di tengah-tengah dinding sebelah kanan inkubator mesin tetas agar mudah terlihat melalui jendela mesin tetas. Sebelum rangkaian ini dipasang, pastikan bahwa 3A bagian dari sekrup penyesuai telah masuk pada tempatnya dan telah menyentuh keping pengontrol bagian bawah.
    Pastikan juga bahwa switch/saklar telah terpasang pada jarak kira-kira 0,5 inci dari keping pengontrol. Pemasangan yang kurang tepat (misalnya terlalu jauh dengan keping pengontrol) akan menyebabkan keping pengontrol mengembang terus sementara arus tidak putus karena pemanas masih terus bekerja. Pengembangan yang melampaui batas akan membuat keping pengontrol pecah atau rusak.
  2. Lengkapi juga termoregulator ini dengan termometer. Letakkan termometer pada dasar kawat kasa (rak telur). Jangan meletakkan termometer di bagian atas ruang inkubator mesin tetas karena temperaturnya berbeda dengan temperatur pada bagian bawah ruang inkubator, tempat rak telur berada. Semakin ke atas, semakin tinggi temperaturnya. Peletakan harus baik agar mudah dilihat dari jendela mesin tetas.
  3. Masukkan soket ke dalam stopkontak rumah agar aliran listrik bekerja dan lampu indikator menyala (bila memakai kawat pemanas untuk menghangatkan ruang inkubator). Jika mesin tetas sederhana menggunakan lampu pijar, lampu pijar ini juga menyala.
  4. Putar sekrup penyesuai pada rangkaian termoregulator searah dengan jarum jam sampai lampu indikator atau lampu pijar mati.
  5. Putar lagi sekrup penyesuai pada rangkaian termoregulator berlawanan dengan arah jarum jam sampai lampu indikator atau lampu pijar kembali menyala. Tindakan ini untuk memastikan bahwa rangkaian aliran listrik berhubungan baik dengan rangkaian termoregulator.
  6. Biarkan lampu pijar atau lampu indikator pada mesin tetas menyala sehingga temperatur ruang inkubator menghangat. Bila hangamya sudah cukup, keping pengontrol akan mengembang, piston menyentuh sekrup pemutus aliran listrik pada termostat, dan lampu pijar atau lampu indikator mati.
  7. Perhatikan angka yang ditunjuk oleh termometer pada saat lampu pijar atau lampu indikator mati. Bila termometer menunjuk angka lebih rendah daripada temperamr ideal (misalnya 100,5°F), putarlah sekrup penyesuai searah dengan jarum jam (dua atau tiga kali putaran). Bila menunjuk pada angka lebih tinggi daripada temperatur ideal, putarlah sekrup penyesuai yang ada pada mesin tetas sederhana berlawanan dengan arah jarum jam (juga dua atau tiga kali putaran). Lakukan kegiatan ini sampai yakin bahwa pemanas hanya berhenti bekerja pada temperatur ideal.
  8. Variasi temperatur yang diperbolehkan adalah 0,5°F di atas atau 0,5°F di bawah. Jadi temperatur ideal ditoleransikan antara 100°F sampai 101°F. Kuncilah sekrup penyesuai dengan ring pengunci jika termoregulator sudah bekerja pada temperatur ideal.

Daya Listrik
Faktor daya listrik juga harus diperhatikan pada saat mengoperasikan mesin tetas sederhana. Aliran listrik yang putus dalam waktu lama akan menyebabkan temperatur di dalam ruang inkubator turun dan penetasan terancam gagal.

Untuk menghindarkannya bisa dipakai generator listrik cadangan, home power supply (cadangan aliran listrik rutnah dengan mempergunakan accu mobil yang dirangkai secara khusus), atau menggunakan sistem listrik AC/DC pada saat merangkai aliran listrik untuk mesin tetas yang akan dipergunakan.

Rangkaian aliran listrik AC/DC pada mesin tetas adalah rangkaian yang paling ideal. Soalnya, bila aliran listrik terputus, si pengguna dapat menggunakan accu cadangan untuk tetap dapat mengontrol temperatur pada mesin tetasnya. Penyesuaian ini hanya memerlukan penggantian lampu pijar atau kawat pemanas yang dapat bekerja dengan aliran listrik dari accu atau battery

Alternatif lainnya adalah menggunakan panas yang datang dari lampu minyak. Untuk mengaplikasikannya diperlukan penyesuaian yang agak rumit. Mesin tetas perlu diberi ventilasi tambahan agar cerobong dan pipa pemanas dari lampu minyak dapat masuk.

Mesin tetas seperti ini sebaiknya dibuat tersendiri sebagai cadangan bila si pengguna tidak dapat menggunakan aliran listrik untuk jangka waktu yang sangat lama atau malah bahkan belum terdapat aliran listrik pada lokasi penetasan.

minyak

Model mesin tetas sederhana yang menggunakan lampu minyak

mesin tetas sederhana yang menggunakan sumber panas berupa lampu minyak dioperasikan dengan cara membesarkan atau mengecilkan nyala lampu sampai diperoleh temperatur ruang inkubator yang ideal. Kegiatan ini (membesarkan dan mengecilkan nyala lampu) membutuhkan perhatian yang terus-menerus setiap hari selama 21 hari waktu penetasan.

Jaringan pipa yang masuk ke dalam ruang inkubator juga harus dijaga jangan sampai bocor. Kebocoran akan membuat panas menjadi tidak merata ke seluruh ruang inkubator. Masalahnya, kebocoran tekanan udara sulit untuk dideteksi. Karenanya, tingkat kegagalan penetasan dapat lebih besar dibandingkan dengan bila memakai aliran listrik sebagai sumber panasnya.

Temperatur
Temperatur ideal pada ruang inkubator berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya telur ayam yang akan ditetaskan dan tergantung pula pada rak telur yang dipergunakan. Jika rak telur yang dipergunakan adalah rak telur manual, telur ayam yang berukuran kecil seperti telur ayam kampung ditetaskan pada temperatur ideal sebesar 100°R Sementara itu, telur ayam yang berukuran besar seperti telur ayam negeri atau ayam ras jenis rhode island red, rhode island white, 2X2M jersey giant ditetaskan pada temperatur ideal 100,5°E

Jika rak telur yang dipergunakan adalah rak telur otomatis yang dapat berputar sendiri secara otomatis secara berkala, telur ayam yang berukuran kecil ditetaskan pada temperatur ideal 98°F. Telur ayam yang berukuran besar ditetaskan pada temperatur ideal yang lebih rendah lagi, yaitu 97°F.

Pada pertengahan proses penetasan (antara hari ke-11 sampai hari ke-14) akan terlihat adanya peningkatan temperatur pada ruang inkubator. Hal ini normal karena embrio di dalam telur sudah mulai membesar dan juga mulai memunculkan panas.

Langkah yang harus dilakukan adalah menyesuaikan kembali micro-switch atau termoregulator agar ruang inkubator masih tetap pada kondisi yang ideal. Temperatur wajib dikontrol setiap hari sejak telur dimasukkan dalam mesin tetas sampai telur menetas.

Aturlah temperatur ruang inkubator sampai sesuai dengan temperatur yang diinginkan, dan pastikan bahwa kondisi ini bisa dipertahankan dalam tempo dua atau tiga jam. Jika sudah pasti, barulah telur dimasukkan ke dalam mesin penetas. Jika menggunakan rak telur yang secara otomatis dapat berputar sendiri, aturlah terlebih dahulu dan pastikan bahwa rak telur ini sudah dapat berfungsi dengan baik pada ruang inkubator.

Telur yang baru dimasukkan ke dalam ruang inkubator memerlukan waktu lebih dari tiga jam untuk menyesuaikan temperatur dirinya dengan temperatur ruang inkubator. Begitu juga dengan membuka jendela ruang inkubator, diperlukan waktu sekitar dua jam (sejak jendela ditutup kembali) untuk menstabilkan temperatur ruang inkubator pada temperatur yang ideal.

Penyesuaian temperatur yang ideal juga dapat dilihat dari lamanya waktu penetasan. Penetasan sehari lebih cepat, berarti temperatur ruang inkubator 0,5°F lebih panas daripada seharusnya. Penetasan sehari lebih lambat, berarti ruang inkubator 0,5°F lebih rendah daripada seharusnya. Pelajaran ini bisa ditarik untuk menyesuaikan temperatur ruang inkubator pada periode penetasan berikutnya.

Setelah mesin tetas sederhana jadi sesuai dengan rancangan yang benar dan tepat, agar mesin anda bisa awet dan tahan lama dalam pemakain maka deperlukan kiat-kita kusus dalam mengelola mesin tersebut. Untuk itu kami menyediakan artikel tentang “cara mengelola mesin penetas telur agar awet” yang bisa Anda terapkan dalam mengelola mesin Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *