Hubungan Dengan Program Penurunan Berat Badan

Sama halnya dengan banyak orang, Anda mungkin sudah dibanjiri iklan setta berbagai pembahasan mengenal cara “makan yang sehat” dan menurunkan berat badan. Selain bermaofaat bagi kesehatan, daya tarrk kosmetiknya-termasuk di antaranya buku dan ptogram diet, suplemen makanan, obat bebas dan obat resep, operasi pengecilan Iambung, serta operasi plastik-telah membuat industri penurunan berat badan bernilai miliaran dolar. Demikian pula halnya dengan buku panduan senam, rekaman, video, acara TY, dan berbagai peralatan olahraga, JaTyrcise, aerobik, bengam yoga, serta Tae Bo. I(Iub olahraga dan kebugaran pun turut berkembang seiring dengan pertambahan ukuran lingkar pinggang kita.
turunkan berat badanAntusiasme yang begitu besar terhadap berbagaiĀ  cara menurunkan beratĀ  badan terjadi karena tidak ada satu program pun yang benarbenar efektif. Kegagalan yang terus berulang membuat semakin banyak penderita obesitas dengan putus asa dan bertanya adakah pengobatan gula darah tinggi. Meskipun banyak program yarig mengobral janji, tidak ada satu pun yang pernah diuji secara ilmiah. Kita tidak pernah mendapat jawaban dari pertanyaan yang sangat sederhana ini: ‘Apakah program itu bisa berhasil?” Pertanyaan ini harus dijawab tidak hanya untuk jangka pendek saja, ketika hampir semua program bisa berhasil, tetapi unruk jangka panjangnya juga; p enting untuk diketahui ap akah program tersebut bisa memperbaiki kesehatan dengan efektif unruk waktu yanglama. Dalam bab ini dan bab-bab berikutnya,kami rangkumkan berbagai program yang secara ilmiah terbukti berhasil-dan yang gagal-menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan.
Dari semua tujuan kesehatan yang ingin dicapai melalui penurunan berat badan dan peningkatan aktivitas fisik, pencegahan diabete s adalah yang terpenting. Seperti sudah dijelaskan pada Bab 1 dan 2, perkembangan epidemi diabetes bersumber dari perubahan gaya hidup. Bila tidak terjadi perubahan gaya hidup yang maladaptif, mungkin saja diabetes dan komplikasinya masih menjadi hal yang langka. Jika demikian halnya, apakah sebuah program untuk mengembaltkan gaya hidup kita dulu bisa menghindatkan kita dari diabetes? Jika kita dapat mengembalikan setidaknya beberapa ufisur gaya hidup petani, apakah risiko terserang diabetes dapat ditekan? Untuk mendapatkan jawabannya, diperlukan penelitian ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *