SEKARAT UNTUK SEBATANG ROKOK ? SINGKIRKAN KEBIASAAN DAN JALANI HIDUP

Seharusnya tidak terjadi begini. Tentu, Melissa mengetahui bahwa ia sedang memperpendek umur dengan merokok. “Tetapi siapa peduli,” ia beralasan, “Entah saya hidup sampai usia 70-an atau 80-an. Lagipula, saya selalu bisa berhenti jauh sebelum itu.” Namun, tak seorang pun mempersi apkan dia untuk hal ini. Baru pada usia 42 tahun ia sudah mendengar kata-kata mengerikan itu: “kanker paru-paru” dan “terminal”.

Seperti kebanyakan perokok yang mendapat kanker paru-paru, penyakit Melissa sudah menyebar jauh di luar paru-parunya. Sudah terlambat melakukan bedah penyelamatan. Sekarang dalam upaya mempertahankan beberapa minggu atau bulan lagi, Melissa menjalani kemoterapi dan radiasi.

Melissa tidak pernah benar-benar mau merokok. Ia mulai di sekolah karena “semua anak perempuan melakukannya.” Kebiasaan itu juga populer di sekolah menengah atas, jadi, ia terus melakukannya-“hanya untuk bergaul.” Ia sadar kalau ia bisa berhenti kapan saja. Ia tidak akan pernah ketagihan. Tetapi setahun setelah tamat dari sekolah menengah atas kenyataan pahit terasa: seperti lebih dari 95 persen perokok sosial, Melissa kecanduan.

 

Setelah beberapa kali berusaha berhenti, ia beralasan kalau ia juga sebenarnya menikmati kebiasaan itu dan akan menunggu sampai ia cukup dewasa-atau mendapat masalah kesehatan-sebelum ia mencoba berhenti lagi. Sayang sekali, masalahnya yang pertama berhubungan dengan merokok adalah kanker paru-paru tahap akhir. Akhirnya ia memang berhenti. Sekitar empat bulan setelah diagnosa kanker, Melissa meninggal dunia.

Ketagihan tembakau. Sejauh ini merupakan candu utama Amerika ketika dikaji dalam hal merusak kesehatan bangsa kita. Akan tetapi, tembakau tidak perlu mendapat perbedaan tak terelakkan. Berjuta-juta orang Amerika telah memperlihatkan bahwa kebiasaan ini bisa disingkirkan, karena mereka telah melakukannya. Dan kabar terbaik dari semuanya adalah jika Anda seorang perokok, Anda bisa berhasil “menyingkirkan kebiasaan itu.”

Dampak Kumulatif Merokok

Meskipun mayoritas perokok mengungkapkan keinginan untuk berhenti merokok, hanya sebagian kecil yang sungguh-sungguh mempunyai rencana mengambil langkah dalam waktu dekat. Faktor apakah yang pada akhirnya menuntun seseorang berkata, “Sudah waktunya bagi saya menyingkirkan kebiasaan ini?” dan yang sama pentingnya, faktor apa yang akan membantu seseorang yang membuat keputusan itu sehingga berhasil?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *